INVESTASIKAN HIDUP YANG TERBAIK KEPADA TUHAN

 

INVESTASIKAN HIDUP YANG TERBAIK KEPADA TUHAN


 


📖✍️ Pengkhotbah 11:6 ✍️📖


“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.”


 


Bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dalam suatu bidang kehidupan yang ditekuninya? Apakah itu semata-mata karena Bakat yang dimilikinya?


 


Kemampuan atau bakat alami sangatlah penting di dalam hidup kita, akan tetapi banyak kenyataan hidup mengisahkan bahwa, ada banyak orang telah dianugerahi bakat tertentu oleh Tuhan, tetapi mereka justru tidak mampu memenuhi potensi hidup mereka. Mengapa itu bisa terjadi? Jawabannya karena bakat atau kemampuan alami yang ada dalam diri mereka itu, tidaklah mereka tindaklanjuti dengan kesediaan diri untuk terus melatih diri agar semakin bertambah baik di kemudian hari.


 


Pada banyak kesempatan kita bisa melihat ada banyak kesaksian hidup dari orang-orang hebat yang berhasil memenuhi potensi hidup yang Tuhan berikan kepada mereka, ternyata bukan karena mereka memiliki bakat yang jauh lebih baik dari bakat yang dimiliki oleh orang lain, melainkan karena adanya kesediaan diri untuk meluangkan waktu guna terus melatih dirinya dan menjadikan latihan sebagai prioritas utama di dalam hidup mereka. Hal inilah yang bisa kita temukan dalam diri kedua tokoh terkenal di bawah ini.


 


Tokoh Pertama adalah Indra Lesmana. Siapa yang tidak kenal dengan nama ini? Dia adalah salah satu Musisi Papan Atas di Indonesia. Tetapi tahukah kita bahwa jauh-jauh hari sebelumnya, ternyata bukan Indra yang dipersiapkan oleh ayahnya yaitu Jack Lesmana yang juga seorang musisi untuk menjadi seorang pemain Musik di kemudian hari?Adalah Mira, kakak perempuan Indra yang sebenarnya dipersiapkan oleh Jack untuk menjadi seorang musisi di kemudian hari. Untuk maksud ini, maka Jack Lesmana rela mendatangkan seorang Guru Les Piano ke rumahnya guna melatih putrinya Mira. Biasanya pada saat berlatih, ada Indra, sang adik yang terpaut dua tahun di bawahnya yang duduk di samping Mira.


 


Suatu hari, ketika sedang berbaring di tempat tidurnya, Mira kecil dibuat kaget saat mendengar denting bunyi Piano dengan nada seperti yang biasa dia pelajari dari Guru les Pianonya. Mira heran, kenapa guru les Pianonya datang terlalu cepat? Jadwal lesnya kan masih beberapa jam lagi?


 


Mira kecilpun segera bergegas keluar dari kamar, menuju ruang tengah. Rasa penasarannya itu seketika berubah menjadi rasa kaget, saat dia melihat siapa yang sedang memainkan Piano itu. Ternyata yang memainkan Piano itu bukanlah Guru les Pianonya, melainkan Indra, adiknya.


 


Keputusan pertama yang dilakukan oleh Mira saat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Indra itu adalah menelepon ayahnya. Mira meminta agar jangan dia yang diajari bermain piano, melainkan Indra.


 


Keputusan Mira ini memang tidak salah, di kemudian hari Indra Lesmana bertumbuh menjadi seorang musikus yang handal.


 


Pada tahun 1970-an, dalam sebuah penampilan bersama ayahnya di Australia, Indra Lesmana yang saat itu baru berusia 5 tahun, tampil secara luar biasa. Media Australia mengapresiasi penampilannya dengan memberinya julukan “Wonder Kid”, karena kemampuan bermain musiknya yang luar biasa di usianya yang masih sangat dini.


 


Apakah keberhasilan Indra Lesmana semata-mata hanya ditunjang oleh Bakat Musiknya yang luar biasa? Semua prestasi yang diperoleh oleh Indra Lesmana tidaklah semata-mata dikarenakan Bakat Besar yang dimilikinya dalam bidang musik, melainkan juga karena adanya kesediaan berkorban dari kakaknya Mira di masa lalu, dan juga kesediaan dari Indra sendiri untuk terus melatih dirinya.Bukti bahwa sebuah kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh ada atau tidak adanya bakat dalam diri seseorang dapat kita lihat dalam diri Tokoh kita yang kedua, yaitu Michael Jordan yang adalah seorang Legenda Hidup Bola Basket Amerika Serikat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama